
YouTube
SETIAP menitnya, ada 35 jam durasi video yang diunggah ke situs video sharing YouTube, dengan hit yang per harinya mencapai 2 miliar. Sebagian besar dari video itu sudah dalam bentuk jadi dan disyut oleh para profesional.
Tapi, menariknya, video-video paling populer dan dilihat jutaan kali justru video amatiran yang disyut ‘seadanya’, namun memiliki kandungan konten menarik, lucu, atau memiliki nilai berita tinggi. Tak jarang, video yang diunggah itu berujung pada pemberitaan di media konvensional.
Ada Guitar, yang memperlihatkan seseorang memainkan gitar listrik dengan sangat indah. Begitu populernya video tersebut, hingga The New York Times akhirnya menulis soal identitas asli si gitaris,Lim Jeong-hyun, 23, asal Korea Selatan yang tidak terlihat di kamera. Jeong-hyun sengaja menyembunyikan identitasnya, merekam video itu di kamar tidurnya. Lalu, ada video Charlie Bit My Finger yang menjadi video paling banyak dilihat di You- Tube. Pada November 2010 video itu mencapai 245 juta hit, menempati posisi pertama 50 video viral YouTube terpopuler sepanjang masa versi majalah Time. Padahal, isinya sederhana, disyut secara amatiran pula.
“Video-video paling populer di YouTube disyut dalam ponsel atau video kamera. Kebanyakan kualitasnya juga rendah atau kurang bagus,” kata Jeremy Doig, Direktur Google Video Technology.
Belakangan ini, video yang terpopuler adalah soal demonstran di Libya. “Secara emosional, luar biasa menggugah, tapi acap gambarnya tidak fokus dan goyang sehingga mengurangi kenikmatan menonton,” katanya. Inilah alasan YouTube memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan asal Irlandia, Green Parrot Pictures.
Perusahaan tersebut memiliki teknologi untuk meningkatkan kualitas video. Antara lain, menajamkan kualitas gambar, mengurangi noise, me-render ke kualitas yang lebih tinggi, plus mengurangi gambar goyang.
Semua itu dilakukan saat pengguna mengunggah videonya ke YouTube. Menurut Doig, teknologi dari Green Parrots ini juga digunakan oleh film keluaran studio raksasa seperti Lords of the Rings, X-Men, dan Spider- Man.
“Mereka (Green Parrots) memiliki kemampuan membuat video terlihat lebih baik, tapi tetap menggunakan bandwithyang kecil serta lebih cepat diputar,” ujar Doig.
Green Parrots adalah perusahaan baru yang dibentuk oleh Anil Kokaram, profesor fakultas teknik di Trinity College, Dublin. Berapa nilai akuisisi ini tidak dipublikasikan.
YouTube saat ini menjadi subsidiary dari Google setelah diakuisisi pada Oktober 2006 senilai USD1,65 miliar atau sekitar Rp14,4 triliun. Sejak saat itu, langkah YouTube semakin pasti, menjadi situs video sharing terbesar di dunia.
Informasi Seputar Ponsel:
- 8 Aplikasi Download Terbaik Untuk Ponsel Android
- Daftar Harga Lengkap Tablet PC (Update)
- Penyebab Baterai Boros & Solusinya
- Tips Meningkatkan Performa BlackBerry
- 10 Aplikasi Browser Untuk Smartphone Maupun Tablet


Sorry, the comment form is closed at this time.